Ad Code

Responsive Advertisement

Headline

6/recent/ticker-posts

Buku Fiksi dan Buku Nonfiksi : Bagaimana Cara Membedakan Keduanya?

Foto : Pribadi

Halo, semuanya.

Ada yang seru buat dibahas nih. Bukan materi baru sih, tapi kita akan mengupasnya ala-ala Pinteraksi, semenyenangkan dan seseru mungkin, karena materi ini hampir selalu dibahas dengan serius, dengan susunan bahasa yang umumnya kaku.

Ini adalah materi Bahasa Indonesia Kelas 7, Semester 2 yang berbasis Kurikulum Merdeka. Dan, seperti yang sudah tertulis jelas pada judul di atas, kita akan membahas tentang perbedaan:

Buku Fiksi dan Buku Nonfiksi

Jadi dua jenis buku ini pada dasarnya sama-sama disusun melalui suatu proses kreatif yang panjang. Untuk menulis satu buku, entah itu fiksi atau nonfiksi, seorang penulis bisa menghabiskan waktu setahun atau bahkan lebih, karena pencarian materi dan penyusunannya membutuhkan waktu.

Apa yang Membedakannya?

Perbedaan keduanya ada pada materi penyusunnya. Buku fiksi berisi materi yang sepenuhnya khayalan atau imajinasi penulisnya. Alur ceritanya pun juga sepenuhnya rekaan yang dibuat atau dikarang. Karena itulah buku ini disebut buku fiksi, di mana isinya adalah hal yang tidak nyata atau fiktif. Tidak heran kalau penulis buku fiksi disebut juga pengarang.

Sedangkan buku nonfiksi, materi penyusunnya adalah materi faktual yang berdasarkan pada fakta, data dan kejadian nyata. Isi buku (umumnya), dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena untuk menyusunnya penulis buku nonfiksi melakukan riset lebih dulu materinya berdasarkan data dan fakta.

Struktur Buku Fiksi dan Buku Nonfiksi

Kedua buku ini masing-masing mempunyai struktur yang sama sekali berbeda.
Buku fiksi terdiri dari struktur berupa:
1. Orientasi atau pengenalan (tokoh, karakter)
2. Komplikasi saat permasalahan mulai muncul
3. Klimaks atau ledakan yang menjadi puncak akumulasi permasalahan
4. Evaluasi dan Resolusi yang berisi penyelesaian
5. Koda atau pesan moral 

Di dalamnya terdapat unsur intrinsik yang meliputi:
1. Tema 
2. Tokoh dan penokohan
3. Alur
4. Latar
5. Sudut pandang cerita
6. Gaya bahasa
7. Amanat

Secara umum buku fiksi tidak disusun dengan sistematik, tapi berdasarkan alur cerita.


Struktrur buku nonfiksi tersusun dari:

1. Sampul buku
2. Kata pengantar
3. Daftar Isi
4. Pendahuluan atau latar belakang masalah
5. Isi yang dipaparkan secara urut dan sistematis, terbagi dalam bab, sub-bab, dan pemilahan topik-topik.
6. Glosarium yang berisi kamus alfabetis berdasarkan kata-kata spesifik yang digunakan dalam buku dan penulis merasa perlu menyampaikan arti per kata untuk membantu pembaca yang baru menemukan kata tersebut mengetahui artinya tanpa harus mencari di luar buku.
7. Daftar pusaka yang berisi judul buku, atau link web yang dipakai sebagai sebagai rujukan penulis dalam menyusun buku

Jadi jelas, buku nonfiksi disusun dengan sistematik.


Mana yang Lebih Sulit Penyusunannya?

Pada dasarnya tidak ada yang lebih mudah satu sama lain dalam penyusunan buku fiksi dan buku nonfiksi.

Buku fiksi tak membutuhkan riset atau pencarian data dan mempelajarinya. Tinggal menuliskan apa yang ada di dalam angan-angan. Tapi apakah semudah itu? Tidak juga. Jadi meskipun materi buku fiksi berbasis imajinasi, tapi susunan dan alur ceritanya harus relevan dengan dunia nyata. Jadi menuliskan sesuatu yang tidak ada menjadi, seakan-akan ada, dan relevan dengan dunia nyata jelas bukan pekerjaan yang mudah.

Buku nonfiksi tak kalah rumit dalam penyusunannya. Kita harus mencari data dan fakta, harus mempelajarinya, menyusun poin-poin penting dan mengembangkannya. Kita juga harus mencantumkan sumber atau memberi kredit pada orang yang datanya kita pakai. Meskipun bahannya ada di sekeliling kita, tinggal ambil dan susun, tapi faktanya tidak semudah itu juga. Bahan bisa dari manapun, tapi sebagai buku, susunan penulisannya harus memperlihatkan karakter penulisnya.

Apakah Tujuan Keduanya Sama?

Secara umum tujuan keduanya ditulis adalah sama dalam konteks goal atau target. Ditulis agar dibaca khalayak luas, artinya buku itu laku dijual dan disukai pembacanya.

Tapi buku fiksi secara khusus disusun untuk memberi hiburan pada orang yang membaca. Membaca buku fiksi bisa memberikan sensasi petualangan pikiran yang menyenangkan bagi yang menyukainya.

Buku nonfiksi ditulis untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan berbagai pengetahuan, cara berpikir, edukasi, pengembangan diri, panduan praktis, resep makanan, atau berbagi fakta sejarah. 

Hampir serupa tapi tak sama.

Bagaimana dengan Bahasa Penyampaiannya?

Buku fiksi dan nonfiksi mempunyai bahasa penyampaian yang sama sekali berbeda. Perbedaan yang menonjol adalah pemilihan kata pada penyusunan kalimatnya.

Buku fiksi banyak menggunakan kata-kata atau kalimat yang bermakna kiasan, bukan makna yang sebenarnya atau denotatif, dengan tujuan untuk memperindah bahasa dan memberi sensasi nikmat menyusuri alur cerita ketika membaca.

Buku nonfiksi menggunakan bahasa yang lugas, yang tegas dengan makna sebenarnya karena sifatnya yang membagikan hal yang faktual. Membaca buku nonfiksi pada dasarnya adalah mencari informasi atau pengetahuan dan bukan hiburan. Jadi penyusunan buku nonfiksi tidak membutuhkan majas atau kiasan apapun tapi bahasa yang jelas, lugas dan tegas.

Apa Saja Contoh Buku Fiksi dan Buku Nonfiksi?

Contoh buku fiksi adalah Novel, Cerpen, Hikayat, Dongeng, Cerita Rakyat, atau Komik.

Contoh novel terkenal dari Indonesia misalnya, 
1. Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari
2. Saman karya Ayu Lestari
3. Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer

Contoh buku nonfiksi adalah Biografi, Sejarah dan pengetahuan, Pelajaran, Pengembangan diri, Memoar, Sains, Literatur akademik dan lain-lain.

Contoh buku nonfiksi misalnya,
1. Sapiens : Riwayat Singkat Umat Manusia karya Yval Noah Harari
2. Madilog karya Tan Malaka
3. Buku CodeIgniter 4: Panduan Praktis Pengembangan Web dengan MVC karya Hendro Purwoko

Aduh, tidak terasa sepanjang ini pembahasan kita tentang Buku Fiksi dan Buku Nonfiksi ya. Semoga pembahasan ini menambah wawasan baru dan mempermudah memahami perbedaan Buku Fiksi dan Buku Nonfiksi.

Kita akan bertemu lagi pada pembahasan materi yang lain.

Mau Soal Latihan dengan Materi Buku Fiksi dan Buku Nonfiksi? Yuk, klik di sini!